Jumat, 09 Desember 2011

AKHIRNYA TAK ADA HASIL

Pagi tadi, tempat kost yang biasanya tenang dan nyaman tiba-tiba dirusak reputasinya dengan kabar dari teman yang membangunkan saya dari tidur. HP, BB dan dompetnya 'disimpen' maling yang sengaja lewat pintu depan. Ini rekor! Sejarah tempat kost saya itu tak pernah sekalipun dimasuki orang tanpa permisi. Jangankan barang - barang kecil seperti itu, motor diparkir 24jam di depan pintu ruang tamupun tak pernah hilang. Meskipun tempat parkir ada pagar tembok setinggi dada dan ada pintu besi yang itupun juga tak pernah terkunci.
Saya cuma berdua, yang lain bermalam di kampus. Maklum, seisi kost yang hanya berempat semuanya aktif di organisasi kesenian meskipun dua orang dari kami sudah alumni . Saya dan teman saya,wawan. Jadi bikin gempar para tetangga juga akhirnya. Kamipun berinisiatif pergi ke 'orang pintar'. Yaaaahhh meskipun kami berdua mantan mahasiswa, sulit untuk menghilangkan budaya khas orang Indonesia ini.
Setengah jam kemudian, kami sudah sampai ke tempat yang kami tuju. Memang tak terlalu jauh. Setelah mengucap salam kami langsung masuk ke dalam ruangan yang memang sudah disiapkan untuk para tamu yang datang. Seketika aroma dupa menusuk hidung. Meskipun ini adalah kediaman seorang putra Kyai, tapi nuansa Jawa yang ditebarkan lewat dupa membaur dengan ke Arab-annya. Ah, entahlah. Saya tak ingin memperdebatkan meskipun cuma dalam hati mengenai itu. Tujuan kami hanya mencari petunjuk yang sebenarnya antara percaya dan tidak terhadap hal diluar nalar tersebut.
Orangnya kurus, tak begitu tinggi dan berambut lurus gondrong dihiasi lingkaran surban. Gus, demikian orang-orang biasa memanggilnya. Suaranya lantang, tapi enak ditelinga. Suka bercanda dan santai orangnya. "ada keperluan apa ini Mas Rendra, kita ketemu lagi ya. Alhamdulillaah...",katanya. Ya, saya sudah tiga kali bertemu dengan tujuan yang berbeda sebelumnya. Dia juga memiliki kemampuan menyembuhkan si sakit. Saya langsung utarakan maksud kedatangan saya. Beliau bercerita sedikit tentang hal lain sebelum menjawab masalah saya dan teman saya. Tak lama, dia langsung ke inti persoalan dengan menyebutkan ciri-ciri orang yang ngringkesi barang-barang teman saya itu. Kami diberi beberapa nasehat untuk selalu berhati-hati. Meskipun setengah puas (karena memang jarang ada "orang pinter' yang langsung sebut nama) kamipun pamit. Sampai saya menulis inipun masih tak menemukan jawabannya.
Akhirnya saya berpikir, lain kali tak usahlah pake hal-hal semacam ini. lebih baik diikhlaskan. Kecuali untuk meminta bantuan do'a, itu bolehlah. Gus itu pula yang sudah membuka hati saya untuk kembali bersujud pada Sang Esa. Makanya, untuk hal selain urusan vertikal dengan Tuhan saya tak akan lagi pakai cara itu.

Kamis, 08 Desember 2011

NEKAT KARENA KEPINGIN

Saya membuka sejarah baru hari ini, yaaa setidaknya sejarah buat saya sendiri. hehehe....
Saya punya sedikit cerita tentang keinginan untuk punya blog dan menulis. mungkin hampir 4 tahun ini saya bermimpi -emang sampe kebawa ngimpi loh... untung nggak ada jin yang bilang, NGIMPI!!!!!!- dan selalu kepingin menulis di blog saya sendiri. Tapi rupanya bener kata orang, kalo cuma kepingin tapi nggak di usahakan ya nggak bakalan jadi. Bukan karena malas sih sebenarnya, tapi lebih karena gaptek aja. loh, ini bener loh. Mulai dari jaman friendster  sampe facebook saya selalu ketinggalan dari teman-teman yang lebih dulu 'kenal' situs jejaring itu. bisa meng-akses pun ya saya minta di ajari salah seorang teman. Belum selesai di facebook mereka sudah pindah ke twitter. Ya ampuuunnn kok saya merasa sangat ketinggalan. jadi jangankan bikin blog, lha wong twitter aja saya belum punya.
Dalam bayangan ketika saya coba nginceng blog orang, dalam hati saya berkata "weeeeehhh...sulit kayaknya bikin blog, harus bisa corelldraw atau program design semacamnya kali ya?", begitu. Bodohnya lagi saya tidak pernah tanya gampang atau tidaknya. jadi cuma berprasangka saja. hehehehehehehe.... Kenapa begitu? karena saya cuma malu dikatain gaptek, itu saja alasannya. Gengsi itu juga yang akhirnya menunda keinginan saya punya blog sendiri. Sampai tadi malam, saya buang gengsi itu ke tempat sampah biar bisa di daur ulang. saya beranikan tanya ke seorang teman (lagi-lagi tanya kan?). Katanya,"Gampang koq renk... kayak bikin facebook...tinggal ikutin aja petunjuknya. masak sudah tua gak berani nyoba?". Tuh kan, saya kena ledek.
Akhirnya sore ini saya nekat ke warnet (karena emang gak punya modem di rumah). Saya janji sama diri saya sendiri dengan semangat membara, saya harus bisa bikin blog sendiri. BIMSALABIIIMMMM..... jadi deh blognya. meskipun belum ngisi apa-apa paling tidak kenekatan saya ini membawa hikmah buat saya, jangan berprasangka sebelum membuktikannya. hehehehe... agak lebay sih, tapi paling tidak saya sudah berani mengawali.
buat teman-teman blogger, saya lagi belajar menulis. mohon kalau ada yang mau membagi ilmu cara menulis yang baik saya diajak nimbrung yah. terima kasih buat masbro hakim yang punya acacicu.com yang lewat membaca tulisannya saya jadi sangat gatal menulis...