Senin, 29 April 2013

Mengeja Semesta Alam

Mengeja semesta alam, begitu kalau boleh meminjam istilah Mas Yusuf Ilham a.k.a mbah pardjan. Mungkin istilah itu muncul setelah diskusi panjang dengan beberapa teman yang kebetulan salah satunya berprofesi sebagai seorang ilmuwan yang sudah banyak menjelajah peta dunia. Baik mengajar atau entah apapun yang dilakukannya.
Awalnya pede berbicara segala hal, nyatanya obrolan kami tersebut membuka mata saya akan masih banyaknya perihal alam semesta dan misterinya yang belum saya tau. Meski mencoba berbicara berbasis ke'iman'an, banyak jawaban secara scientist 'mendobrak' apa-apa yang secara tersirat disebutkan dalam kitab suci manapun. bingung? pasti...!!! karena terbiasa dengan pandangan kacamata kuda yang terlebih dahulu 'dipaksa' masuk setelah 30th. takut? bisa iya bisa tidak... karena saya masih diberi teman berbincang berdiskusi berdebat yang pada akhirnya menemukan jawaban-jawaban yang setidaknya menghindarkan kami semua condong 'meniadakan Tuhan.
Kalau anda ditanya, benarkah Tuhan itu ada? apa dasarnya? ya pertanyaan-pertanyaan semacam itulah yang membingungkan kami semua. Karena tidak pernah sekalipun kami benar-benar mencoba mencari Tuhan. tak bisa secara sains membuktikannya dengan data-data. hanya dari faktor iman...titik...!!! Tidak pernah secara spesifik 'menggambarkan' wajah/bentuk Tuhan,karena memang tak seorangpun yang bisa terasuk para saintis manapun baik yang beragama apalagi yang tidak.
seorang tua berjenggot putih membawa tongkat yang punggungnya bungkuk? pernahkah anda membayangkannya sewaktu kanak-kanak? Atau seperti sekumpulan kepulan asap yang tak berbentuk? bagaimana? saya yakin tak seorangpun akan bisa betul-betul mendefinisikan Tuhan. Tapi saya yakin betul-betul ada. Haq dia ada.
Mungkin dalam postingan saya selanjutnya akan saya coba mencurahkannya meskipun seperti comelan si gila bernama fulan bin fulan.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar